Memberi pupuk jambu air Madu Deli Hijau
Tanaman buah yang berasal dari daerah tropis dan sub tropis jika ditanam di dalam pot, untuk penyiapan media tanamnya, pemilihan wadah atau potnya dan menyiramnya dapat dibaca pada tulisan sebelumnya.
Nah, satu hal yang berbeda adalah pemberian makanannya atau pupuknya.
Tulisan ini secara khusus ditulis untuk pemberian pupuk jambu air. Yaitu jambu air jenis Deli Hijau. Namun menurut hemat penulis dapat juga diterapkan untuk jenis jambu air yang lain dan untuk jambu biji. Karena jambu air dan jambu biji dapat berbuah tanpa musim. Tanpa musim artinya sepanjang tahun bisa berbuah.
Seperti manusia, tanaman membutuhkan makanan. Makanan tanaman adalah pupuk. Ada dua tahap pemupukan. Tahapan pendahuluan dan tahap lanjutan.
Tahap pendahuluan dilakukan di awal penanaman atau pemindahan tanaman dari polibag ke pot atau wadah lainnya. Pada minggu ke-1 setelah tanaman dipindahkan ke pot diberikan Pupuk Cantik. Pada minggu ke-2 diberikan Pupuk KCl. Minggu ke-3 pupuk cantik, minggu ke-4 pupuk KCl. Demikian seterusnya hingga minggu ke-24 (6 bulan). Tujuan pemberian pupuk ini adalah agar akar aktif berkembang dan tunas-tunas baru lebih banyak bertambah.
Pupuk lanjutan diberikan pada minggu ke-25 adalah Pupuk NPK. Pada minggu ke-26 pupuk KCl. Dan seterusnya.
Pupuk lanjutan ini untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah.
Tambahkan juga Pupuk Kandang setiap 2-3 bulan sekali. Pupuk kandangnya silahkan dipilih apakah kotoran lembu, kambing, atau unggas. Yang penting pupuk kandang tersebut sudah hasil fermentasi. Proses ini berlangsung 1-2 bulan sejak kotoran hewan itu dihasilkan. Ciri-cirinya adalah kotoran hewan tersebut cenderung bau tanah bukan bau kotoran lagi. Dari ketiga jenis hewan tersebut, saya memilih kotoran hewan unggas.
Yang harus diperhatikan juga pemberian pupuk tidak perlu dalam jumlah besar. Jika berlebihan akan mengganggu pertumbuhan tanaman. Untuk pupuk cantik, pupuk KCl dan pupuk NPK cukup 1 sendok makan. Memberi pupuk dilakukan pada pagi atau sore hari pada saat akan menyiram tanaman. Ambil 1 sendok makan dan letakkan di atas tanah dalam media pot dan langsung siram air.
Pupuk kandang tidak perlu terlalu banyak. Saya menggunakan cangkang atau batok kelapa sebagai ukurannya.
Pupuk cantik merupakan nama dagang untuk pupuk urea yang diproduksi Jerman. Pupuk KCl yang saya gunakan adalah pupuk curah. Demikian juga untuk pupuk NPK. NPK yang saya gunakan 16:16:16. Banyak sekali jenis dan merek pupuk yang beredar. Demikian juga harga yang ditawarkan berbeda. Saya memilih pupuk yang sesuai kebutuhan dan kantong saja.
Merawat tanaman harus rutin dan konsisten. Artinya menyiram dan memberi pupuk, bukan harus jumlah yang banyak. Namun jumlah yang tepat dan waktu yang tepat. Karena tanaman menyerap air dan makanannya sudah tertentu jumlah. Sesuai yang dia butuhkan. Kalau terlalu banyak yang diserap sebagian dan sebagian lagi akan terbuang. Tidak seperti manusia yang makan dan minum suka berlebihan.
Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dibagikan juga diamalkan.
Tabulampot singkatan dari menanam tanaman buah dalam pot. Seiring perkembangannya media tanam yang digunakan memiliki beberapa pilihan selain tanah, pasir, cocopeat, sekam bakar, dll. Wadah yang digunakan juga tidak terbatas pot, bisa digunakan drum bekas, planter bag, dll. Hijaukan Indonesia, hijaukan kota Medan. Mari mulai menanam
Selasa, 08 September 2015
Jumat, 08 Mei 2015
Tin
Tin adalah salah satu tanaman buah yang disebut dalam Al-Quran. Di Al-Kitab disebut dengan Ara.
Ada beberapa jenis tin. Jenis yang adaptif diantaranya Green Jordan, Purple Jordan, Brown Turkey. Bagi pemula saya sarankan memilih jenis ini jika ingin menanam tin. Harga yang relatif lebih murah, dan sudah banyak penjual bibitnya di Kota Medan. Jenis-jenis ini juga mudah dalam perawatannya, jika tepat penanganannya akan mulai belerbuah setelah 6 bulan.
Memilih Bibit Tin
Pilihlah bibit yang sehat, yang memiliki daun dewasa dan daun muda. Pilih bibit hasil cangkokan atau stek. Pastikan juga bibit tersebut berasal dari indukan yang sudah dewasa dan berbuah. Jika bibit mempunyai buah, sebaiknya buahnya dibuang. Agar saat mulai menanam nutrisi yang diserap tanaman digunakannya untuk membuat batang dan daun yang sehat.
Penjual akan memberikan harga lebih tinggi untuk bibit yang memiliki buah. Padahal buah akan rontok jika akar dan batang belum kuat. Jika dipaksakan akan berakibat pertumbuhan tanaman selanjutnya akan terhambat.
Media Tanam Tabulampot Tin/Ara
salah satu keuntungan menanam dalam pot adalah media tanam dapat dibuat menyesuaikan karakter tanaman. Tin berasal dari daerah yang berpasir. Sehingga media tanam dibuat dari campuran tanah, sekam padi dan pupuk kandang. Usahakan media tanam porus atau tidak menyimpan air. Ada juga yang mencampur atau mengganti tanah dengan pasir. Ukuran pot yang digunakan minimal diameter 30-40 cm. Penyiraman minimal 1 kali sehari di pagi hari.
Menanam jenis adaptif selain mudah dalam perawatan, juga dapat berbuah lebih cepat dan lebih banyak.
Saya menanam bibit dari cangkokan dan 6 bulan sudah mulai berbuah, namun buah akan matang kurang lebih selama 2 bulan. Tergantung kondisi tanaman dan sedikit banyaknya buah.
Menanam adalah proses belajar. Menanam juga memerlukan perawatan optimal jika ingin tanaman menghasilkan buah.
Ada beberapa jenis tin. Jenis yang adaptif diantaranya Green Jordan, Purple Jordan, Brown Turkey. Bagi pemula saya sarankan memilih jenis ini jika ingin menanam tin. Harga yang relatif lebih murah, dan sudah banyak penjual bibitnya di Kota Medan. Jenis-jenis ini juga mudah dalam perawatannya, jika tepat penanganannya akan mulai belerbuah setelah 6 bulan.
Memilih Bibit Tin
Pilihlah bibit yang sehat, yang memiliki daun dewasa dan daun muda. Pilih bibit hasil cangkokan atau stek. Pastikan juga bibit tersebut berasal dari indukan yang sudah dewasa dan berbuah. Jika bibit mempunyai buah, sebaiknya buahnya dibuang. Agar saat mulai menanam nutrisi yang diserap tanaman digunakannya untuk membuat batang dan daun yang sehat.
Penjual akan memberikan harga lebih tinggi untuk bibit yang memiliki buah. Padahal buah akan rontok jika akar dan batang belum kuat. Jika dipaksakan akan berakibat pertumbuhan tanaman selanjutnya akan terhambat.
Media Tanam Tabulampot Tin/Ara
salah satu keuntungan menanam dalam pot adalah media tanam dapat dibuat menyesuaikan karakter tanaman. Tin berasal dari daerah yang berpasir. Sehingga media tanam dibuat dari campuran tanah, sekam padi dan pupuk kandang. Usahakan media tanam porus atau tidak menyimpan air. Ada juga yang mencampur atau mengganti tanah dengan pasir. Ukuran pot yang digunakan minimal diameter 30-40 cm. Penyiraman minimal 1 kali sehari di pagi hari.
Menanam jenis adaptif selain mudah dalam perawatan, juga dapat berbuah lebih cepat dan lebih banyak.
Saya menanam bibit dari cangkokan dan 6 bulan sudah mulai berbuah, namun buah akan matang kurang lebih selama 2 bulan. Tergantung kondisi tanaman dan sedikit banyaknya buah.
Menanam adalah proses belajar. Menanam juga memerlukan perawatan optimal jika ingin tanaman menghasilkan buah.
Rabu, 21 Januari 2015
Meyiram Tabulampot
Menyiram Tabulampot
Air salah satu unsur yang penting bagi mahluk hidup, begitu juga bagi tanaman. Kebutuhan jumlah air untuk tanaman berbeda-beda, secara pasti tentu harus melihat literatur. Dan semakin besar tanaman kebutuhan airnya akan bertambah. Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah dari pengalaman. Karena penulis literatur mendasarkan kebutuhan air tanaman berdasarkan penelitian dan uji coba juga.
Saya mencontohkan untuk tanaman jambu air usia 1 tahun sejak tanam di pot diameter 50 cm, berdasarkan pengalaman membutuhkan 1,5 - 2 liter per hari. 1 - 2 gayung per hari. Bagaimana disiram lebih dari 2 liter? Ya, mubazir alias boros. Selain itu juga dapat mengjambat perkembangan tanaman. Ciri-ciri tanaman yang disiram secara berlebihan daun muda dan daun tua akan gugur bersamaan
Jika tanaman sudah berbuah bisa mengakibatkan buah menjadi pecah atau terbelah.
Di daerah-daerah dimana air sulit di peroleh, penggunaan air harus efisien. Jika kurang dari 1,5 liter dampaknya akan langsung terlihat dengan daun muda yang layu, jika ada bunga atau calon buah (istilahnya pentil) akan gugur sebelum berkembang. Jadi 1 - 2 gayung pun tidak sempat menyiram, sebaiknya anda fikirkan lagi kalau mau menanam di pot.
Kapan sebaiknya menyiram? Sebaiknya di pagi hari sebelum pukul 9 pagi. Beberapa tulisan saya baca menyatakan tanaman berfotosintesa di siang hari. Unsur-unsur makanan dibutuhkan untuk dirubah menjadi sumber energi bagi tanaman. Akar akan menyerapnya dari tanah dan membawanya ke daun. Nah, air ini lah yang membantu penyerapan unsur-unsur makanan dari tanah. Ada juga yang menganjurkan untuk menyiram di pagi dan sore hari.
Apakah harus menyiram setiap hari? Jawabannya, iya.... betul sekali. Karena menanam di pot akar tanaman hanya bisa menjangkau air yang berada di dalam pot. Tanah yang berada di dalam pot jumlahnya terbatas dan sudah dimodifikasi menjadi tanah yang subur (sudah baca "Media Tanam Tabulampot"?). Nah, tanah yang subur biasanya gembur. Ciri tanah gembur adalah tidak padat dan kurang mengikat air. Air yang sudah disiram sebagian akan bertahan di tanah, sebagian berlahan-lahan akan turun ke dasar pot dan keluar dari lubang yang ada di dasar pot, dan sebagian lagi akan menguap. Nah, jangan menunggu tanaman layu baru disiram. Sebaiknya disiram setiap hari untuk menjaga jangan sampai kekurangan air.
Saya menyempatkan waktu menyiram di pagi hari selesai sholat subuh, bersamaan dengan waktu sarapan pagi. Jadi, sambil saya menikmati secangkir kopi hangat dan roti yang disiapkan istri, tugas saya menyiapkan sarapan pagi buat tabulampot segayung air sumur yang segar. Sebagaimana manusia dianjurkan sarapan pagi sebagai asupan energi awal sebelum beraktifitas, demikian juga halnya menyiram di pagi hari.
Air yang digunakan sebaiknya air sumur. Air ledeng atau air PDAM adalah air olahan yang menggunakan kaporit sebagai pembunuh kuman. Jika air ledeng ini digunakan untuk menyiram, jika dilakukan terus menerus akan berakibat membunuh mikroorganisme bermanfaat yang hidup ditanah. Air parit juga tidak dianjurkan, karena sudah bercampur dengan berbagai bahan kimia yang larut di air sebagai limbah rumah tangga. Air mineral dan air isi ulang juga tidak dianjurkan, karena mahal.
Ada air yang dianjurkan dan relatif murah, yaitu air kelapa tua. Air kelapa kaya akan unsur-unsur, seperti kalium, kalsium, natrium, phosfor, dll. Alami jadi baik bagi tanaman. Unsur-unsur tersebut larut di air tentu lebih mudah bagi tanaman menyerapnya. Bahkan manusia saja dianjurkan mengkonsumsi air kelapa. Bahkan bagi manusia ada kalanya saat tertentu air kelapa dijadikan larutan infus alternatif.
Siramkan air langsung ke media tanam. Air yang disiram tidak perlu disiramkan ke daun.
Dengan teknologi yang sudah berkembang pesat saat ini, menyiram lebih mudah dengan memanfaatkan teknologi. Lebih mudah dari menyiram dengan cara menyiram manual, hemat waktu, hemat tenaga, hemat air. Namun dibutuhkan biaya yang lebih banyak untuk membeli peralatan dan pengadaan sumber tenaga listrik. Penggunaan teknologi menjadi pilihan jika menanam tabulampot dalam jumlah banyak, dengan tujuan komersil.
Secara khusus akan saya tulis menyiram tabulampot dengan cara irigasi tetes atau drip irrigation.
Air salah satu unsur yang penting bagi mahluk hidup, begitu juga bagi tanaman. Kebutuhan jumlah air untuk tanaman berbeda-beda, secara pasti tentu harus melihat literatur. Dan semakin besar tanaman kebutuhan airnya akan bertambah. Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah dari pengalaman. Karena penulis literatur mendasarkan kebutuhan air tanaman berdasarkan penelitian dan uji coba juga.
Saya mencontohkan untuk tanaman jambu air usia 1 tahun sejak tanam di pot diameter 50 cm, berdasarkan pengalaman membutuhkan 1,5 - 2 liter per hari. 1 - 2 gayung per hari. Bagaimana disiram lebih dari 2 liter? Ya, mubazir alias boros. Selain itu juga dapat mengjambat perkembangan tanaman. Ciri-ciri tanaman yang disiram secara berlebihan daun muda dan daun tua akan gugur bersamaan
Jika tanaman sudah berbuah bisa mengakibatkan buah menjadi pecah atau terbelah.
Di daerah-daerah dimana air sulit di peroleh, penggunaan air harus efisien. Jika kurang dari 1,5 liter dampaknya akan langsung terlihat dengan daun muda yang layu, jika ada bunga atau calon buah (istilahnya pentil) akan gugur sebelum berkembang. Jadi 1 - 2 gayung pun tidak sempat menyiram, sebaiknya anda fikirkan lagi kalau mau menanam di pot.
Kapan sebaiknya menyiram? Sebaiknya di pagi hari sebelum pukul 9 pagi. Beberapa tulisan saya baca menyatakan tanaman berfotosintesa di siang hari. Unsur-unsur makanan dibutuhkan untuk dirubah menjadi sumber energi bagi tanaman. Akar akan menyerapnya dari tanah dan membawanya ke daun. Nah, air ini lah yang membantu penyerapan unsur-unsur makanan dari tanah. Ada juga yang menganjurkan untuk menyiram di pagi dan sore hari.
Apakah harus menyiram setiap hari? Jawabannya, iya.... betul sekali. Karena menanam di pot akar tanaman hanya bisa menjangkau air yang berada di dalam pot. Tanah yang berada di dalam pot jumlahnya terbatas dan sudah dimodifikasi menjadi tanah yang subur (sudah baca "Media Tanam Tabulampot"?). Nah, tanah yang subur biasanya gembur. Ciri tanah gembur adalah tidak padat dan kurang mengikat air. Air yang sudah disiram sebagian akan bertahan di tanah, sebagian berlahan-lahan akan turun ke dasar pot dan keluar dari lubang yang ada di dasar pot, dan sebagian lagi akan menguap. Nah, jangan menunggu tanaman layu baru disiram. Sebaiknya disiram setiap hari untuk menjaga jangan sampai kekurangan air.
Saya menyempatkan waktu menyiram di pagi hari selesai sholat subuh, bersamaan dengan waktu sarapan pagi. Jadi, sambil saya menikmati secangkir kopi hangat dan roti yang disiapkan istri, tugas saya menyiapkan sarapan pagi buat tabulampot segayung air sumur yang segar. Sebagaimana manusia dianjurkan sarapan pagi sebagai asupan energi awal sebelum beraktifitas, demikian juga halnya menyiram di pagi hari.
Air yang digunakan sebaiknya air sumur. Air ledeng atau air PDAM adalah air olahan yang menggunakan kaporit sebagai pembunuh kuman. Jika air ledeng ini digunakan untuk menyiram, jika dilakukan terus menerus akan berakibat membunuh mikroorganisme bermanfaat yang hidup ditanah. Air parit juga tidak dianjurkan, karena sudah bercampur dengan berbagai bahan kimia yang larut di air sebagai limbah rumah tangga. Air mineral dan air isi ulang juga tidak dianjurkan, karena mahal.
Ada air yang dianjurkan dan relatif murah, yaitu air kelapa tua. Air kelapa kaya akan unsur-unsur, seperti kalium, kalsium, natrium, phosfor, dll. Alami jadi baik bagi tanaman. Unsur-unsur tersebut larut di air tentu lebih mudah bagi tanaman menyerapnya. Bahkan manusia saja dianjurkan mengkonsumsi air kelapa. Bahkan bagi manusia ada kalanya saat tertentu air kelapa dijadikan larutan infus alternatif.
Siramkan air langsung ke media tanam. Air yang disiram tidak perlu disiramkan ke daun.
Dengan teknologi yang sudah berkembang pesat saat ini, menyiram lebih mudah dengan memanfaatkan teknologi. Lebih mudah dari menyiram dengan cara menyiram manual, hemat waktu, hemat tenaga, hemat air. Namun dibutuhkan biaya yang lebih banyak untuk membeli peralatan dan pengadaan sumber tenaga listrik. Penggunaan teknologi menjadi pilihan jika menanam tabulampot dalam jumlah banyak, dengan tujuan komersil.
Secara khusus akan saya tulis menyiram tabulampot dengan cara irigasi tetes atau drip irrigation.
Rabu, 17 September 2014
Tabulampot Jambu Air Madu Deli Hijau (MDH)
Hai tabulampoter J
Setelah bisa menyiapkan media tanam yang dimodifikasi menjadi media tanam yang
subur dan gembur. Dan memilih bibit
tanaman buah unggulan yang kita sukai. Saatnya kita menanam…
Sebelum menanam, ada beberpa hal yang ingin saya luruskan, supaya tidak
bengkok he he he…
Pertama, menanam tanaman buah dalam pot tidak lah mudah (saya tidak
pakai kata “sulit” ea.. karena kesulitan akan bisa diatasi jika… … …(isi
sendiri titik-titiknya)). Siapa saja yang punya tanaman kemudian ada media
tanamnya, bisa menanam. Menanam butuh komitmen, apalagi menanam di pot. Tanah
yang subur salah satu cirinya gembur. Tanah gembur tidak bisa menyimpan air
dalam waktu lama. Untuk itu harus selalu disiram di pagi dan sore hari.
Kedua, sabar. Kita diajarkan oleh orang tua kita untuk selalu cepat. Saat baru lahir harus cepat berjalan, cepat bicara, cepat besar, cepat sekolah. Saat sekolah kita harus cepat bisa membaca, menulis dan berhitung. Cepat lulus sekolah, cepat kuliah, cepat tamat, cepat kerja, cepat naik jabatan, cepat kawin, cepat punya anak, cepat punya mobil, cepat punya rumah, cepat kaya, cepat sukses. Cepat, cepat, cepat. Perhatikan kalau di simpang empat lampu merah, yang berhenti atau lambat malah ditegur (diklakson). Hanya satu kita tidak ingin, yaitu cepat…mati. Nah menanam untuk mendapatkan hasilnya butuh waktu berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun itu pun dilewati dengan menghadapi berbagai persoalan, bukan diam menunggu seperti patung. Bukan saja persoalan kehidupan, persoalan seperti hama, cuaca yang tidak bersahabat, dll harus dihadapi.
Ketiga, proses lebih penting dari hasil. Saya percaya proses yang baik biasanya menghasilkan hasil yang baik juga. Nah, proses yang baik ada kalanya membutuhkan waktu yang relatif lebih lama. Proses menanam adalah proses belajar. Belajar akan mendapatkan ilmu pengetahuan sekaligus pengalaman. Jika anda lebih percaya hasil, tidak usah repot-repot menanam dan buang-buang waktu, beli saja buah jenis apa saja yang anda sukai, mau berapa banyak, berapa harganya terserah anda. Bisa dibeli sekarang dan tidak pakai lama. Makan buahnya atau bagikan ke orang lain, selesai kan…?
Kedua, sabar. Kita diajarkan oleh orang tua kita untuk selalu cepat. Saat baru lahir harus cepat berjalan, cepat bicara, cepat besar, cepat sekolah. Saat sekolah kita harus cepat bisa membaca, menulis dan berhitung. Cepat lulus sekolah, cepat kuliah, cepat tamat, cepat kerja, cepat naik jabatan, cepat kawin, cepat punya anak, cepat punya mobil, cepat punya rumah, cepat kaya, cepat sukses. Cepat, cepat, cepat. Perhatikan kalau di simpang empat lampu merah, yang berhenti atau lambat malah ditegur (diklakson). Hanya satu kita tidak ingin, yaitu cepat…mati. Nah menanam untuk mendapatkan hasilnya butuh waktu berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun itu pun dilewati dengan menghadapi berbagai persoalan, bukan diam menunggu seperti patung. Bukan saja persoalan kehidupan, persoalan seperti hama, cuaca yang tidak bersahabat, dll harus dihadapi.
Ketiga, proses lebih penting dari hasil. Saya percaya proses yang baik biasanya menghasilkan hasil yang baik juga. Nah, proses yang baik ada kalanya membutuhkan waktu yang relatif lebih lama. Proses menanam adalah proses belajar. Belajar akan mendapatkan ilmu pengetahuan sekaligus pengalaman. Jika anda lebih percaya hasil, tidak usah repot-repot menanam dan buang-buang waktu, beli saja buah jenis apa saja yang anda sukai, mau berapa banyak, berapa harganya terserah anda. Bisa dibeli sekarang dan tidak pakai lama. Makan buahnya atau bagikan ke orang lain, selesai kan…?
Jika setelah membaca ini, anda ingin membaca kelanjutan tulisan ini,
artinya anda bisa masuk ke stage
berikutnya..
Kembali ke laptop…Bibit tanaman buah Jambu MDH saya dapatkan langsung
di penangkarannya, di kota Binjai. Alasan saya memilih bibit tanaman jambu MDH
adalah untuk lebih mengenalkan varitas ini kepada masyarakat Indonesia umumnya,
khususnya warga Kota Medan. Varitas ini merupakan varitas unggulan provinsi
Sumater Utara. Penangkar bibit memiliki pohon indukan, mereka tidak hanya
menjual bibit saja, mereka juga berkebun jambu MDH, dalam pot!!!! Jumlahnya
ratusan, kalau rajin menghitung bisa ribuan!!! Saya tidak mau mengambil resiko
dengan bibit tanaman buah yang tidak jelas asalnya. Hal ini untuk menjaga
keaslian bibit, saya lebih memilih mendapatkan bibit dari tangan pertama,
bahkan saya sendiri yang memilih bibitnya dari ribuan bibit J. Apalagi kota Binjai
hanya 45 menit berkendara sepeda motor dari rumah saya di kawasan kecamatan
Medan Johor. Harga antara Rp 25.000 – 50.000. Apalah artinya uang yang
dikeluarkan dan jarak yang harus ditempuh. Waktu akan berlalu, dan setelah 1
tahun itu akan terbayar dengan buah yang manis. Pengalaman mengajarkan itu.
Jambu MDH saat ini menjadi tren tidak saja di kota Binjai sekitarnya,
tapi di seluruh penggemar jambu di Indonesia. Karena rasanya yang manis, daging
buah yang renyah, dalam 1 tahun sudah mulai belajar berbuah, mudah ditanam dan
merawatnya, dapat berbuah tanpa mengenal musim.
Pilih wadah yang anda sukai. Saya memilih pot berdiameter 50 cm dan
tinggi 30 cm, ukuran ini sudah pas jika akhirnya tanaman jambu telah tumbuh
maksimal. Pot campuran plastik dan karet ini tidak mudah pecah, dan pada sisi
pot tidak ada sambungan. Harganya berkisar Rp 35.000 (pada saat tulisan ini ditulis). Saya belum
tahu daya tahan pot ini. Sebagai contoh saya menanam bulan 10/2013 sampai tulisan
ini ditulis kondisi pot dan tanaman hidup aman nyaman dan tentram J. Ada pot seperti ini
dengan harga yang lebih murah, bedanya adalah pot dengan harga yang lebih murah
terdapat sambungan di sisi pot. Oh, ya… jangan lupa lubangi wadah tanamnya.
Untuk pot seperti ini, saya menggunakan bor tangan listrik. Sehingga lubang pot
menjadi rapi, cepat membuatnya dan tidak beresiko pot menjadi pecah. Saya
lubangi dasar pot sebanyak 4 lubang, dan pada sisi pot sebanyak 6 lubang dengan
ukuran diameter lubang 0,6-0,7 cm. Guna dari lubang ini sebagai lubang udara
bagi akar dan sebagai tempat mengalir
keluar air yang berlebih. Jika lubang terlalu besar akan menyebabkan
media tanam dalam wadah tanaman akan mudah keluar. Untuk mencegahnya tutup
lubang dengan pecahan keramik atau genting yang tidak rata.
Masukkan ke dalam pot sekam (kulit padi). Tempatkan di dasar pot
setinggi ±
5 cm dari dasar pot, kira-kira volumenya 8-9 liter (saya memakai ember ukuran 1
ember bervolume 8-9 liter sebagai acuannya). Saya lebih menyukai menggunakan
sekam (kulit padi), karena mudah mendapatkannya, relatif murah harganya. Sisa
air sangat mudah mengalir disela-sela sekam, dan akar tidak tergenang air. Akar
yang tergenang air bisa mengakibatkan akar tanaman menjadi busuk, mudah
terserang penyakit jamur, dll. Sekam yang ditempatkan di dasar pot juga akan
mencegah akar untuk menembus lubang pot.
Siapkan media tanam (campuran tanah + pupuk kandang + sekam) sebanyak ± 30 liter. Salah satu keuntungan menanam dalam pot adalah kita bisa memodifikasi media tanam yang menurut kita baik untuk tanaman (subur dan gembur) dalam jumlah sesuai kebutuhan. Di atas sekam, tambahkan sebagian media tanam, kira-kira volumenya 15 liter. Kemudian atur media tanam dengan cara seperti membuat lubang, sebagai dudukan bibit yang akan ditanam.
Siapkan bibit tanaman buah Jambu MDH. Siram terlebih dahulu bibit dalam
polibag. Agar saat dikoyak polibagnya, tanah tetap melekat dengan akarnya.
Setelah disiram baru dikoyak polibagnya mulai dari atas sampai ke bawah. Jaga
agar akar yang melekat di polibag dapat dilepaskan tanpa membuat akar menjadi
terputus. Masukkan seluruh akar dan tanah yang melekat pada bibit ke dalam pot
yang sudah berisi sekam dan sebagian media tanam. Pastikan posisi bibit tanaman
sudah dalam keadaan tegak, sehingga indah dipandang mata. Baru kemudian sisa
media tanam dimasukkan sedikit demi sedikit hingga batas tanah yang melekat di
bibit tertutup seluruhnya.
Minggu, 31 Agustus 2014
Memilih Pot
Sahabat tabulampot.

Pertimbangan pertama adalah daya tahan pot. Pot dari semen relatif tahan lama dibandingkan pot dari platik. Namun pot dari semen jauh lebih berat dari pot dari plastik, butuh 2-3 orang jika memindahkan pot dari semen, apalagi sudah berisi media tanam dan tanaman. Saat ini ada juga pot campuran plastik dan karet, sehingga tidak mudah pecah dan tahan lama. Daya tahan pot dipilih minimal 5 tahun. Akan merepotkan jika 1-2 tahun harus gonta ganti pot.
Silahkan pilih sesuai keinginan dan kreatifitas anda. Apapun itu jangan sampai menjadi halangan untuk mulai menanam. Barang bekas juga bisa menjadi pilihan. Pilihan membuat Indonesia menjadi lebih hijau.
Setelah menyiapkan media tanam (tanah : sekam : pupuk kandang = 1 : 1 : 1) dan bibit tanaman buah, siapkan juga wadahnya. Seiring perkembangannya tabulampot juga menjadi ajang kreatifitas para penggemar tabulampot. Sehingga wadah yang digunakan tidak terbatas pot. Berbagai wadah bisa digunakan baik yang baru maupun bekas seperti polybag, tong/drum, planter bag, terpal yang dijahit, kemasan bekas minyak goreng, bekas susu, sepatu, celana jins, karung plastik, tabung televisi, lemari es, aquarium dll.
![]() |
Ukuran menjadi penting manakala tanaman yang ditanam tumbuh besar dan tinggi. Tidak akan mudah roboh jika tertiup angin, jadi tidak perlu khawati saat tanaman mulai berbunga dan akan berbuah, saat hujan angin menerpa tanaman lebih aman. Ukuran yang lebih besar akan menampung volume media tanam yang lebih banyak. Media tanam sebagai tempat berkembangnya akar akan lebih leluasa bergerak dan tumbuh. Pertumbuhan akar yang baik akan menopang batang pohon dan membantu tanaman memperoleh nutrisi untuk makanannya, harapannya tanaman tumbuh baik. Sesuaikan jenis tanaman yang ditanam dengan ukuran pot. Pilih yang berdiameter 40-50 cm dan tinggi minimal 30 cm.
Harga bagi sebagian orang tidak menjadi persoalan, namun bagi sebagian yang lain menjadi persoalan penting. Misal harga pot dari semen lebih mahal dibandingkan harga pot dari plastik. Bukan berarti pot yang lebih mahal tidak pecah. Pot dari semen jika salah penanganan akan pecah juga. Harga pot yang murah bukan berarti tanaman tidak bisa tumbuh dan berbuah. Karung bekas biji plastik dengan harga Rp. 1.000 pun bisa dipakai.
Silahkan pilih sesuai keinginan dan kreatifitas anda. Apapun itu jangan sampai menjadi halangan untuk mulai menanam. Barang bekas juga bisa menjadi pilihan. Pilihan membuat Indonesia menjadi lebih hijau.
Senin, 25 Agustus 2014
Memilih Bibit
Semua bisa menanam, dan semua bisa ditanam!
Hmm…bagaimana? Mudah-mudahan ini bisa menambah semangat dan
memotivasi untuk mulai tabulampot.
Oke, mari memilih bibit buah.
Karena ini tabulampot, pilihannya
adalah tanaman buah.Kalau anda mau menanam yang lain silahkan, tidak ada yang
melarang J.
Opini saya adalah semua tanaman buah bisa ditanam di pot. Tapi mengenai hasil,
tentu itu persoalan lain.
Sehingga jika dikembalikan
kepada maksud dan tujuan tabolampot. Maka, keterbatasan lahan lah yang menjadi
alasan pertama kita menanam di pot. Misalnya tinggal di perumahan, seperti
saya, dengan halaman tersisa 4 m2. Tinggal di ruko, tidak ada tanah tersisa
untuk menanam. Apalagi tinggal di rumah sewa, kalau pindah repot harus bawa
tanaman. Kedua, menanam tanaman buah selain sebagai penghijauan di tempat
tinggal kita, tentu dengan harapan buahnya dapat dinikmati. Jadi tidak saja
mendapatkan pemandangan indah dengan warna hijau, buahnya dapat dimakan bahkan
dibagikan dengan jiran tetangga.
Jadi jangan memilih durian, kelapa, rambutan. Menurut saya
tanaman itu lebih cocok ditanam di tanah. Selain karena tanamannya butuh lahan
yang luas, jika ditanam di pot, usaha yang dilakukan belum tentu sebanding
dengan hasilnya. Pilihan yang lain masih cukup banyak. Coba yang lain seperti
jambu, mangga, kelengkeng, tin, putsa, anggur, dan masih banyak lagi.
Jenis jambu ada jambu air, jambu bol,
jambu biji. Masing-masing jambu tersebut punya varitas yang bermacam-macam
lagi. Untuk jambu air ada jambu air madu deli, jambu air kesuma merah, jambu
citra, dll.
Silahkan anda memilih dari sekian banyak pilihan tersebut.
Silahkan anda memilih dari sekian banyak pilihan tersebut.
Untuk memilih pasangan hidup kita harus mengetahui bibit,
bebet dan bobotnya. Sama dengan memilih bibit. Artinya asal usul bibit harus
jelas. Apakah dari cangkok, stek, sambung pucuk. Ini penting agar kita tidak
kecewa dikemudian hari. Tanyakan langsung ke penjual tentang asal usul bibit.
Hindari bibit dari biji karena akan butuh waktu lebih lama untuk berbuah. Saran
saya, beli langsung dari penangkarnya. Sebagai penangkar mereka mempunyai pohon
induk unggulan yang diambil entresnya untuk diperbanyak menjadi bibit baru yang
membawa sifat sama dengan pohon induknya.
Daerah yang terkenal dengan rabutannya yaitu kota Binjai
layak dikunjungi. Karena sebagai salah satu penghasil buah, tentu banyak
penangkar-penangkar bibit buah. Satu yang saya ketahui Kelompok Pondok Mulia Tani
di jalan Umar Baki Kec. Binjai Barat. Kelompok tani tersebut memiliki varitas
unggulan yaitu jambu air madu deli hijau varitas.net/dbvarietas/varimage/Jambu%20air%20Deli%20Hijau.pdf dan jambu air kesuma merah. Varitas tersebut
sudah disebar ke seluruh Indonesia sebagai varitas unggulan Sumatera Utara.
Saya menanam jambu awal sebagai perdana tabulampot. Jambu air jenis madu deli hijau. Alasannya
menanamnya mudah, setahun sudah mulai belajar berbuah. Dapat menghasilkan buah
yang manis dan renyah. Pohon dapat ditanam di pot ukuran diameter 50-60 cm.
Tinggi pohon 2-2,5 m. Nilai tambahnya lagi jambu air bisa berbuah tanpa
mengenal musim, tentunya jika melakukan perawatan secara optimal. Ini sangat
memotivasi saya. Saran saya untuk para pemula, untuk memilih jenis tanaman buah
yang mudah ditanam terlebih dahulu. Jika anda sudah yakin bisa, silahkan
memilih jenis tanaman buah yang lain.
Informasi sangat mudah diperoleh, apalagi di internet.
Banyak macam ragam buah beserta cara menanamnya dapat di akses langsung. Jadi
tidak perlu ragu-ragu. Mulai menanam, mulai sekarang.
Sabtu, 16 Agustus 2014
Media Tanam
Media
tanam adalah tempat pertumbuhan akar. Fungsi akar sebagai alat tanaman menyerap
makanan. Sebagai tempat unsur-unsur hara yang akan diserap oleh akar, kita
perlu menyiapkan media tanam yang baik. Media tanam yang baik harus subur dan kaya
akan unsur hara, dapat menjadi tempat pertumbuhan akar, bisa menopang tanaman.
Ada berbagai macam media tanam selain tanah digunakan juga pasir, sekam bakar,
cocopeat, zeolit, dll. Kita pilih yang paling mudah diperoleh yaitu tanah.
Untuk mendapatkan media tanam yang baik kita harus rela merogoh kocek untuk
membeli tanah. Untuk kota Medan tidak sulit mencari penjual tanaman di pinggir
jalan, disitu ada dijual tanah yang sudah dikemas per karung. Harga mulai Rp
10.000. Contohnya saja di seputaran bundaran Tugu Adipura Medan. Tanah yang
dijual tersebut adalah tanah humus yang diambil dari daerah Medan Tuntungan.
Fisik tanah yang subur secara kasat mata berwarna hitam. Mumpung ada di tempat
penjual tanaman, jangan lupa sekalian saja beli pupuk kandang.
Pupuk kandang adalah kotoran hewan yang sudah matang. Matang maksudnya sudah mengalami proses fermentasi. Cara mengenali kotoran hewan yang sudah matang adalah dengan mencium aromanya, jangan dimakan J. Bau yang khas kotoran hewan sudah tidak tercium, bahkan aromanya seperti tanah. Kotoran hewan yang paling mudah didapat adalah kotoran lembu. Sudah dikemas per karung dengan harga mulai Rp 10.000. Selain kotoran lembu dapat juga digunakan kotoran hewan lain seperti kambing, burung peliharaan,burung puyuh, unggas, kelelawar, dll. Pupuk kandang kaya akan unsure hara yang dibutuhkan tanaman.
Kulit gabah padi atau disebut sekam. Tidak semua penjual tanaman menjualnya.
Kalau anda kesulitan coba mencarinya agak kepinggiran kota Medan yang
masyarakatnya masih ada menanam padi. Cari kilang padi yang menggiling gabah
kering menjadi beras. Biasanya sekam tersebut dijual relatif murah. Daerah yang
ada kilang padi tepat dipinggiran jalan Jl. Medan-Deli Tua, Jl. Tanjung Anom,
di Jl. Medan-Binjai agak masuk ke dalam (tidak berada tepat di pinggir jalan).
Campur tanah, pupuk kandang dan sekam. Perbandingan volume 1 : 1 : 1. Anda sudah memiliki media tanam yang baik dan subur. Boleh juga ditambahkan dolomite. Pupuk dolomite berasal dari batuan alam yang sudah dihaluskan.
Mari mulai menanam.
Pupuk kandang adalah kotoran hewan yang sudah matang. Matang maksudnya sudah mengalami proses fermentasi. Cara mengenali kotoran hewan yang sudah matang adalah dengan mencium aromanya, jangan dimakan J. Bau yang khas kotoran hewan sudah tidak tercium, bahkan aromanya seperti tanah. Kotoran hewan yang paling mudah didapat adalah kotoran lembu. Sudah dikemas per karung dengan harga mulai Rp 10.000. Selain kotoran lembu dapat juga digunakan kotoran hewan lain seperti kambing, burung peliharaan,burung puyuh, unggas, kelelawar, dll. Pupuk kandang kaya akan unsure hara yang dibutuhkan tanaman.
Campur tanah, pupuk kandang dan sekam. Perbandingan volume 1 : 1 : 1. Anda sudah memiliki media tanam yang baik dan subur. Boleh juga ditambahkan dolomite. Pupuk dolomite berasal dari batuan alam yang sudah dihaluskan.
Mari mulai menanam.
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)



.jpg)