Jeruk purut bisa juga ditanam dalam pot. Jika dilakukan sendiri, membutuhkan biaya minimal Rp 57.000.
Rinciannya :
Tanah 1 karung Rp. 7.000
Sekam 1 karung Rp. 5.000
Pupuk kandang 1 karung Rp. 10.000
Pot tinggi 30 cm diameter 40 cm Rp. 25.000
Bibit Rp. 10.000
Tabulampot singkatan dari menanam tanaman buah dalam pot. Seiring perkembangannya media tanam yang digunakan memiliki beberapa pilihan selain tanah, pasir, cocopeat, sekam bakar, dll. Wadah yang digunakan juga tidak terbatas pot, bisa digunakan drum bekas, planter bag, dll. Hijaukan Indonesia, hijaukan kota Medan. Mari mulai menanam
Selasa, 24 Mei 2016
Menanam Jeruk Purut
Kamis, 24 Maret 2016
Membuat Compost Tea
Compost tea jika diartikan langsung dalam bahasa Indonesia menjadi teh kompos. Jadi compost tea adalah kompos yang cara pemakaiannya dengan cara memberikan kompos sedikit air, kemudian air tersebut ditampung dan digunakan sebagai pupuk cair. Pemberian air seperti menyeduh teh, karena itu disebut compost tea.
Peralatan yang dibutuhkan :
1. Drum tertutup
2. Keran
3. Bor listrik
4. Hole saw ukuran 19 mm
5. Sekam atau kulit padi
6. Sampah dapur
Cara membuat :
1. Lubangi bagian bawah drum dengan hole saw
2. Pasang keran di bagian lubang yang baru saja dibuat
3. Isi drum dengan sekam atau kulit padi
4. Masukkan sampah dapur ke dalam drum dan biarkan membusuk
5. Tutup drum dengan rapat
6. Jika ada sampah dapur lagi dan drum belum penuh, dapat trus ditambahkan sampah dapur hingga drum penuh
Cara memanen compost tea :
1. Buka tutup drum
2. Berikan air secukupnya
3. Buka keran dan tampung air yang keluar
4. Sebelum digunakan compost tea dapat diencerkan dengan menambahkan air 1:10
5. Setelah dipanen tutup keran kembali dan pasang tutup drum dengan rapat
6. Compoat tea dapat terus dipanen dan diberikan sampah dapur terus menerus sampai drum penuh
7. Jika telah penuh, ampas compost tea dapat dikeluarkan isinya, jemur dan jika sudah kering dapat diberikan sebagai pupuk ke tanaman
Sampah dapur yang dibiarkan membusuk mengandung jutaan microorganisme seperti bakteri pengurai yang bekerja alami. Air yang ditambahkan ke dalam drum akan membawa microorganisme bakteri pengurai dan zat organik yang larut di air. Air yang di tampung di sebut air lindi tersebut kaya akan bakteri pengurai dan zat organik dapat menjadi pupuk cair bagi tanaman. Penggunaan pupuk cair dengan menambahkan air ke air lindi 1:10. Siramkan langsung ke bagian akar tanaman.
Sabtu, 12 Maret 2016
Stek Jeruk Nipis
Setelah berulang kali gagal untuk memperbanyak jambu air dengan cara stek, saya mencoba stek jeruk nipis. Awalnya karena ingin melakukan pemangkasan ranting jeruk nipis. Sayang kalau rantingnya dibuang percuma. Saya putuskan untuk mencoba stek dengan ranting jeruk nipis yang awalnya mau dibuang. Kalau gagal lagi tidak mengapa, toh rantingnya memang mau dipangkas dan dibuang.
Ranting yang dipotong juga dipilih ranting yang akan dibuang. Dibuang karena ranting mengarah ke dalam, bukan ke arah luar tajuk. Jika ada 1-2 ranting yang mengarah ke dalam, mungkin tidak masalah. Namun jika dibiarkan terus, akan banyak ranting ke arah dalam dan akan terus bertambah. Ranting tersebut akan saling silang ke arah dalam. Selain karena alasan estetika, tanaman yang terlalu rimbun akan menghalangi sinar matahari ke dahan utama tanaman.
Untuk stek digunakan keseluruhan rantingnya. Mulai dari pangkal hingga ujungnya. Bagian pangkal ukurannya lebih besar, sedangkan bagian ujungnya ukurannya lebih kecil. Untuk yang bagian pangkal, semua daunnya saya buang. Sedangkan untuk yang bagian ujung, beberapa daun saya biarkan. Setiap stek dipotong kurang lebih 10-15 cm. P
Media tanam terdiri dari campuran tanah, kulit padi mentah (sekam), pupuk kandang. Perbandingan 1 : 1 : 1. Media tanam dimasukkan ke dalam polibag kecil ukuran 10 x 15 cm. Kemudian saya siram sampai basah. Polibag disusun ke dalam kotak plastik sebanyak 24 buah.
Stek yang sudah dipersiapkan tidak ada perlakuan khusus. Tidak ada perendaman zpt atau fungisida, tidak ada pemberian perangsang akar. Potong dan tancapkan.
Selanjutnya juga tidak ada perlakuan khusus. Kotak plastik ditempatkan di teras rumah, jadi tidak terkena sinar matahari langsung. 3-4 hari sekali di siram untuk menjaga kelembaban media tanam.
Setelah lebih dari 30 hari, menunggu.
Ada 4 stek yang daunnya tidak gugur dan ada juga yang sudah muncul tunas muda. Ada 3 stek yang daunnya gugur namun terlihat batang stek masih segar ditandai dengan batang stek berwarna hijau. Sisanya 17 stek mengering ditandai dengan batang stek berwarna coklat.
Asik...
Hasil ini cukup menghibur hati. Setelah beberapa kali percobaan stek semuanya gagal. Paling tidak ada peningkatan, tidak semuanya gagal, ada stek yang berhasil tumbuh. Untuk meningkatkan keberhasilan masih bisa dengan perlakuan seperti perendaman stek dengan larutan zpt, pemberian perangsang akar, pemberian naungan atau sungkup.
Dari hasil stek sudah ada tanaman baru yang siap untuk ditanam. Selanjutnya akan dilihat perkembangannya sampai berbuah.
Menyenangkan sekali...
Jadi ketagihan...
Coba lagi ah...
Semua bisa menanam
Menanam mulai sekarang
Sabtu, 30 Januari 2016
Cocopeat
Cocopeat adalah hasil sampingan dari pengolahan sabut kelapa. Sabut kelapa yang diurai menjadi serabut disebut coco fiber. Dan bagian lunak seperti spon disebut cocopeat.
Bahan yang dulu tidak terpakai ini, kini sudah dimanfaatkan. Cocofiber untuk pengisi jok tempat duduk mobil, sofa, dll. Cocopeat digunakan untuk media tanam.
Sebagai media tanam cocopeat yang terbuat dari bahan alami sangat baik dan digunakan untuk menyemai atau menanam tanaman hingga dewasa. Dapat dipakai untuk menanam langsung ditanah sebagai campuran pupuk, atau untuk menanam menggunakan wadah seperti pot, planter bag, dll.
Minggu, 27 Desember 2015
Cone Watering
Air unsur yang sangat penting. Bagi semua makhluk bumi, tidak saja manusia, hewan juga tanaman. Jika kekurangan air akan menggangu proses kehidupan bahkan bisa mengakibatkan kematian.
Bagi pecinta dan penghobi tanaman urusan menyiram tanaman adalah urusan penting. Karena jika tanamannya kekurangan air, akan menghambat pertumbuhan tanaman dan tanaman akan mati.
Apalagi pada saat-saat sibuk bekerja, juga pada saat musim liburan, jadwal menyiram tanaman akan terganggu dan membuat pemilik tanaman stres memikirkan tanamannya. Usaha terakhir jika tidak ada orang lain yang bisa menggantikan untuk menyiram adalah berdoa agar turun hujan. He he he..
Sebenarnya ada beberapa solusi yang bisa dipilih. Diantaranya menyiram terjadwal dengan bantuan pompa listrik dan timer. Namun untuk ini urusan biaya harus dipertimbangkan. Selain itu juga bisa dengan alat yang sederhana dan harga yang relatif murah, dengan Cone Watering.
Cone watering alat yang terbuat dari plastik berbentuk cone atau kerucut. Bentuknya mirip wadah es krim. Makanya disebut cone. Cara kerjanya dengan memanfaatkan gaya grafitasi. Dimana air akan selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah.
Botol plastik bekas minuman kemasan yang tidak terpakai digunakan sebagai wadah penyimpan airnya. Tutup botol plastik tersebut diganti dengan tutup cone/kerucut. Lubangi tutup cone dengan jarum. Posisi botol plastik di atas dan tutup cone di bawah. Tancapkan ujung cone ke tanah atau media tanam tanaman kita. Dan walah... air akan menetes.
Tidak semua botol plastik bekas minuman kemasan yang bisa digunakan. Saya mencobanya dengan botol plastik minuman pulpy orange isi 350 ml.
Air yang menetes akan habis dalam waktu kurang lebih 2-3 jam. Jika menggunakan botol yang lebih besar tentu akan habis dalam waktu yang lebih lama.
Harga relatif murah, cara kerja yang sederhana menjadikan pilihan cone watering patut dipakai untuk menyiram tanaman kesayangan. Selain itu botol plastik bekas minuman kemasan dapat dipakai, dari pada menjadi sampah jika tidak didaur ulang.
Mari menanam.
Menanam mulai sekarang
Selasa, 08 September 2015
Memberi Pupuk
Tanaman buah yang berasal dari daerah tropis dan sub tropis jika ditanam di dalam pot, untuk penyiapan media tanamnya, pemilihan wadah atau potnya dan menyiramnya dapat dibaca pada tulisan sebelumnya.
Nah, satu hal yang berbeda adalah pemberian makanannya atau pupuknya.
Tulisan ini secara khusus ditulis untuk pemberian pupuk jambu air. Yaitu jambu air jenis Deli Hijau. Namun menurut hemat penulis dapat juga diterapkan untuk jenis jambu air yang lain dan untuk jambu biji. Karena jambu air dan jambu biji dapat berbuah tanpa musim. Tanpa musim artinya sepanjang tahun bisa berbuah.
Seperti manusia, tanaman membutuhkan makanan. Makanan tanaman adalah pupuk. Ada dua tahap pemupukan. Tahapan pendahuluan dan tahap lanjutan.
Tahap pendahuluan dilakukan di awal penanaman atau pemindahan tanaman dari polibag ke pot atau wadah lainnya. Pada minggu ke-1 setelah tanaman dipindahkan ke pot diberikan Pupuk Cantik. Pada minggu ke-2 diberikan Pupuk KCl. Minggu ke-3 pupuk cantik, minggu ke-4 pupuk KCl. Demikian seterusnya hingga minggu ke-24 (6 bulan). Tujuan pemberian pupuk ini adalah agar akar aktif berkembang dan tunas-tunas baru lebih banyak bertambah.
Pupuk lanjutan diberikan pada minggu ke-25 adalah Pupuk NPK. Pada minggu ke-26 pupuk KCl. Dan seterusnya.
Pupuk lanjutan ini untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah.
Tambahkan juga Pupuk Kandang setiap 2-3 bulan sekali. Pupuk kandangnya silahkan dipilih apakah kotoran lembu, kambing, atau unggas. Yang penting pupuk kandang tersebut sudah hasil fermentasi. Proses ini berlangsung 1-2 bulan sejak kotoran hewan itu dihasilkan. Ciri-cirinya adalah kotoran hewan tersebut cenderung bau tanah bukan bau kotoran lagi. Dari ketiga jenis hewan tersebut, saya memilih kotoran hewan unggas.
Yang harus diperhatikan juga pemberian pupuk tidak perlu dalam jumlah besar. Jika berlebihan akan mengganggu pertumbuhan tanaman. Untuk pupuk cantik, pupuk KCl dan pupuk NPK cukup 1 sendok makan. Memberi pupuk dilakukan pada pagi atau sore hari pada saat akan menyiram tanaman. Ambil 1 sendok makan dan letakkan di atas tanah dalam media pot dan langsung siram air.
Pupuk kandang tidak perlu terlalu banyak. Saya menggunakan cangkang atau batok kelapa sebagai ukurannya.
Pupuk cantik merupakan nama dagang untuk pupuk urea yang diproduksi Jerman. Pupuk KCl yang saya gunakan adalah pupuk curah. Demikian juga untuk pupuk NPK. NPK yang saya gunakan 16:16:16. Banyak sekali jenis dan merek pupuk yang beredar. Demikian juga harga yang ditawarkan berbeda. Saya memilih pupuk yang sesuai kebutuhan dan kantong saja.
Merawat tanaman harus rutin dan konsisten. Artinya menyiram dan memberi pupuk, bukan harus jumlah yang banyak. Namun jumlah yang tepat dan waktu yang tepat. Karena tanaman menyerap air dan makanannya sudah tertentu jumlah. Sesuai yang dia butuhkan. Kalau terlalu banyak yang diserap sebagian dan sebagian lagi akan terbuang. Tidak seperti manusia yang makan dan minum suka berlebihan.
Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dibagikan juga diamalkan.