Selasa, 31 Mei 2016

Trichor-TM

Trichoderma viridae dan Trichoderma hanzianum merupakan penyusun Trichor - TM yang terbukti efektif untuk mengendalikan beberapa penyakit antara lain : jamur akar putih, Blas pada padi, busuk daun atau busuk buah yang disebabkan oleh infeksi dari Fusarium, Phytium, Botritis, Sckerentina, Alterina dll. Pertumbuhan jamur Trichoderma cukup cepat, sehingga bila tanaman ada terserang oleh jamur lain atau bakteri maka akan terlindungi oleh Trichoderma

Cendawan atau jamur yang ada didalam Trichor - TM adalah:
-Trichoderma viridae min 3,2 X107CFU
-Trichoderma hanzianum min 5,4 X107CFU
-Trichoderma sp min 2,8 X107CFU

Trichor - TM merupakan inokulum cendawan atau jamur yang diformulasi dalam bentuk padat yang tidak larut dalam air, sehingga untuk penyemprotan ada baiknya diambil supernatant nya ( cairan yang bening ) atau seluruh bahian dari larutan yang ada disemprotkan pada tanaman sehingga tanaman cenderung akan lebih tahan terhadap serangan penyakit . Jamur ini mampu memproduksi enzim Karboksil methyl cellulose dan xilanase. Juga memproduksi enzyme Urease, Selulase, Glukanase, Kitinase dan apabila media yang ada tersedia kitin dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga mampu memproduksi kitinolitik serta enzyme kitinase yang berguna untuk meningkatkan aktivitas biokontrol terhadap pathogen yang mengandung kitin ( contoh kitin adalah bagian dari kulit terluar serangga yang keras, dan kitin ini tdak hanya terdapat pada seraggan saja ) sehingga dinding sel/kulit luat pathogen dapat rusak dan pathogen akan mati.
Trichoderma hanzianum , mampu memproduksi asam sitrat dan ethanol, adanya asam sitrat atau ethanol / alcohol pada daerah perakaran akan mengurangi penetrasi serangan hama tanaman, sehingga performance tanaman akan semakin sehat.
Trichoderma hanzianum memiliki anti fungal yang cukup tinggi, jadi kemampuannya membunuh jamur cukup baik, banyak jenis jamur ( fungi ) yang terbukti dapat dikendalikan dengan Trichoderma hanzianum dan dapat beradu dengan pathogen yang menyerang tanaman sehingga tanaman yang diberi inokulum Trichoderma hanzianum cenderung akan lebih tahan terhadap serangan penyakit.
Trichoderma sp banyak digunakan sebagai pengendali beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau jamur lain yang menyebabkan antara lain Fusarium oxysporum ( penyakit layu fusarium/busuk pada pangkal batang tanaman dan busuk akar ), disamping itu Trichoderma juga dapat digunakan untuk pengendali penyakit layu ( pisang, tomat dan cabe ) serta penyakit tular tanah.

Manfaat jamur Trichor - TM :
-Mencegah serangan penyakit tular tanah
-Mencegah penyakit layu fusarium pada tanaman buah dan holtikultura dll.
-Mencegah infeksi bakteri lain.
-Membantu proses biodegradable dan decomposer, sehingga bias menyuburkan tanah.
-Meningkatkan stamina tanaman terhadap serangan penyakit.

Aturan Pakai inokulum Trichor - TM :
-Campurkan 100 gr ( 1 sachet ) dengan air 15 liter ( 1 tanki semprot ) aduk dan siramkan secara merata dari batang tanaman hingga keperakaran, ulang 2 - 3 minggu sekali (bila perlu)
-Untuk pembenihan 5 gram/tanaman.
-Pengomposan 2 kg/ton bahan kompos.

Trichor - TM dikemas dalam kemasan 100 gr dan 1 kg.

Selasa, 24 Mei 2016

Menanam Jeruk Purut

Jeruk purut bisa juga ditanam dalam pot. Jika dilakukan sendiri, membutuhkan biaya minimal Rp 57.000.
Rinciannya :
Tanah 1 karung Rp. 7.000
Sekam 1 karung Rp. 5.000
Pupuk kandang 1 karung Rp. 10.000
Pot tinggi 30 cm diameter 40 cm Rp. 25.000
Bibit Rp. 10.000

Kamis, 24 Maret 2016

Membuat Compost Tea

Compost tea jika diartikan langsung dalam bahasa Indonesia menjadi teh kompos. Jadi compost tea adalah kompos yang cara pemakaiannya dengan cara memberikan kompos sedikit air, kemudian air tersebut ditampung dan digunakan sebagai pupuk cair. Pemberian air seperti menyeduh teh, karena itu disebut compost tea.

Peralatan yang dibutuhkan :
1. Drum tertutup
2. Keran
3. Bor listrik
4. Hole saw ukuran 19 mm
5. Sekam atau kulit padi
6. Sampah dapur

Cara membuat :
1. Lubangi bagian bawah drum dengan hole saw
2. Pasang keran di bagian lubang yang baru saja dibuat
3. Isi drum dengan sekam atau kulit padi
4. Masukkan sampah dapur ke dalam drum dan biarkan membusuk
5. Tutup drum dengan rapat
6. Jika ada sampah dapur lagi dan drum belum penuh, dapat trus ditambahkan sampah dapur hingga drum penuh

Cara memanen compost tea :
1. Buka tutup drum
2. Berikan air secukupnya
3. Buka keran dan tampung air yang keluar
4. Sebelum digunakan compost tea dapat diencerkan dengan menambahkan air 1:10
5. Setelah dipanen tutup keran kembali dan pasang tutup drum dengan rapat
6. Compoat tea dapat terus dipanen dan diberikan sampah dapur terus menerus sampai drum penuh
7. Jika telah penuh, ampas compost tea dapat dikeluarkan isinya, jemur dan jika sudah kering dapat diberikan sebagai pupuk ke tanaman

Sampah dapur yang dibiarkan membusuk mengandung jutaan microorganisme seperti bakteri pengurai yang bekerja alami. Air yang ditambahkan ke dalam drum akan membawa microorganisme bakteri pengurai dan zat organik yang larut di air. Air yang di tampung di sebut air lindi tersebut kaya akan bakteri pengurai dan zat organik dapat menjadi pupuk cair bagi tanaman. Penggunaan pupuk cair dengan menambahkan air ke air lindi 1:10. Siramkan langsung ke bagian akar tanaman.

Sabtu, 12 Maret 2016

Stek Jeruk Nipis

Setelah berulang kali gagal untuk memperbanyak jambu air dengan cara stek, saya mencoba stek jeruk nipis. Awalnya karena ingin melakukan pemangkasan ranting jeruk nipis. Sayang kalau rantingnya dibuang percuma. Saya putuskan untuk mencoba stek dengan ranting jeruk nipis yang awalnya mau dibuang. Kalau gagal lagi tidak mengapa, toh rantingnya memang mau dipangkas dan dibuang.

Ranting yang dipotong juga dipilih ranting yang akan dibuang. Dibuang karena ranting mengarah ke dalam, bukan ke arah luar tajuk. Jika ada 1-2 ranting yang mengarah ke dalam, mungkin tidak masalah. Namun jika dibiarkan terus, akan banyak ranting ke arah dalam dan akan terus bertambah. Ranting tersebut akan saling silang ke arah dalam. Selain karena alasan estetika, tanaman yang terlalu rimbun akan menghalangi sinar matahari ke dahan utama tanaman.

Untuk stek digunakan keseluruhan rantingnya. Mulai dari pangkal hingga ujungnya. Bagian pangkal ukurannya lebih besar, sedangkan bagian ujungnya ukurannya lebih kecil. Untuk yang bagian pangkal, semua daunnya saya buang. Sedangkan untuk yang bagian ujung, beberapa daun saya biarkan. Setiap stek dipotong kurang lebih 10-15 cm. P

Media tanam terdiri dari campuran tanah, kulit padi mentah (sekam), pupuk kandang. Perbandingan 1 : 1 : 1. Media tanam dimasukkan ke dalam polibag kecil ukuran 10 x 15 cm. Kemudian saya siram sampai basah. Polibag disusun ke dalam kotak plastik sebanyak 24 buah.

Stek yang sudah dipersiapkan tidak ada perlakuan khusus. Tidak ada perendaman zpt atau fungisida, tidak ada pemberian perangsang akar. Potong dan tancapkan.

Selanjutnya juga tidak ada perlakuan khusus. Kotak plastik ditempatkan di teras rumah, jadi tidak terkena sinar matahari langsung. 3-4 hari sekali di siram untuk menjaga kelembaban media tanam.

Setelah lebih dari 30 hari, menunggu.
Ada 4 stek yang daunnya tidak gugur dan ada juga yang sudah muncul tunas muda. Ada 3 stek yang daunnya gugur namun terlihat batang stek masih segar ditandai dengan batang stek berwarna hijau. Sisanya 17 stek mengering ditandai dengan batang stek berwarna coklat.

Asik...
Hasil ini cukup menghibur hati. Setelah beberapa kali percobaan stek semuanya gagal. Paling tidak ada peningkatan, tidak semuanya gagal, ada stek yang berhasil tumbuh. Untuk meningkatkan keberhasilan masih bisa dengan perlakuan seperti perendaman stek dengan larutan zpt, pemberian perangsang akar, pemberian naungan atau sungkup.

Dari hasil stek sudah ada tanaman baru yang siap untuk ditanam. Selanjutnya akan dilihat perkembangannya sampai berbuah.

Menyenangkan sekali...
Jadi ketagihan...
Coba lagi ah...

Semua bisa menanam
Menanam mulai sekarang

Sabtu, 30 Januari 2016

Cocopeat

Cocopeat adalah hasil sampingan dari pengolahan sabut kelapa. Sabut kelapa yang diurai menjadi serabut disebut coco fiber. Dan bagian lunak seperti spon disebut cocopeat.

Bahan yang dulu tidak terpakai ini, kini sudah dimanfaatkan. Cocofiber untuk pengisi jok tempat duduk mobil, sofa, dll. Cocopeat digunakan untuk media tanam.

Sebagai media tanam cocopeat yang terbuat dari bahan alami sangat baik dan digunakan untuk menyemai atau menanam tanaman hingga dewasa. Dapat dipakai untuk menanam langsung ditanah sebagai campuran pupuk, atau untuk menanam menggunakan wadah seperti pot, planter bag, dll.

Tabulampot Anggur

Anggur dapat ditanam dengan tabulampot menggunakan planter bag 100 liter

Minggu, 27 Desember 2015

Cone Watering

Air unsur yang sangat penting. Bagi semua makhluk bumi, tidak saja manusia, hewan juga tanaman. Jika kekurangan air akan menggangu proses kehidupan bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Bagi pecinta dan penghobi tanaman urusan menyiram tanaman adalah urusan penting. Karena jika tanamannya kekurangan air, akan menghambat pertumbuhan tanaman dan tanaman akan mati.

Apalagi pada saat-saat sibuk bekerja, juga pada saat musim liburan, jadwal menyiram tanaman akan terganggu dan membuat pemilik tanaman stres memikirkan tanamannya. Usaha terakhir jika tidak ada orang lain yang bisa menggantikan untuk menyiram adalah berdoa agar turun hujan. He he he..

Sebenarnya ada beberapa solusi yang bisa dipilih. Diantaranya menyiram terjadwal dengan bantuan pompa listrik dan timer. Namun untuk ini urusan biaya harus dipertimbangkan. Selain itu juga bisa dengan alat yang sederhana dan harga yang relatif murah, dengan Cone Watering.

Cone watering alat yang terbuat dari plastik berbentuk cone atau kerucut. Bentuknya mirip wadah es krim. Makanya disebut cone. Cara kerjanya dengan memanfaatkan gaya grafitasi. Dimana air akan selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah.

Botol plastik bekas minuman kemasan yang tidak terpakai digunakan sebagai wadah penyimpan airnya. Tutup botol plastik tersebut diganti dengan tutup cone/kerucut. Lubangi tutup cone dengan jarum. Posisi botol plastik di atas dan tutup cone di bawah. Tancapkan ujung cone ke tanah atau media tanam tanaman kita. Dan walah... air akan menetes.
Tidak semua botol plastik bekas minuman kemasan yang bisa digunakan. Saya mencobanya dengan botol plastik minuman pulpy orange isi 350 ml.

Air yang menetes akan habis dalam waktu kurang lebih 2-3 jam. Jika menggunakan botol yang lebih besar tentu akan habis dalam waktu yang lebih lama.
Harga relatif murah, cara kerja yang sederhana menjadikan pilihan cone watering patut dipakai untuk menyiram tanaman kesayangan. Selain itu botol  plastik bekas minuman kemasan dapat dipakai, dari pada menjadi sampah jika tidak didaur ulang.

Mari menanam.
Menanam mulai sekarang